Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Desember 2017
Sabtu, 31 Januari 2015
SEKELUMIT MORSE
SIAPAKAH gambar di samping?????
Yaph betul banget beliau adalah Samuel F.B. Morse sang penemu kode morse yang kemudian dipakai oleh hampir seluruh organisasi dan kesatuan di penjuru dunia, berikut dengan berbagai pengembangannya.
Kode Morse adalah sistem representasi
huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse
diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Kode
Morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau
kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode Morse disampaikan menggunakan
senter atau peluit pramuka. Kode Morse disampaikan dengan cara menuip
peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit
dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Berikut adalah kode morse itu sendiri
untuk memudahkan menghafal morse maka digunakan sistem EISTMOKH =======>
Sejarah Penemuan Kode Morse Sebelum telepon, komputer dan telegraf
ditemukan, manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun dalam menyampaikan pesan sampai di tujuan. Samuel Morse,
terkenal sebagai penemu pesawat telegraf dan sandi Morse yang terkenal,
sandi yang terdiri dari titik dan garis. Dia juga merupakan seorang
seniman yang ulung dan seorang politikus.
Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse. Ia dilahirkan
pada tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston,
Massachusetts. Sejak berumur empat tahun, Morse sangat tertarik pada
menggambar. Saat belajar di Yale College pun, Morse bukanlah siswa yang
berbeda dengan yang lain, dan ketertarikannya timbul saat mengikuti
kuliah tentang perkembangan terbaru tentang kelistrikan, akan tetapi dia
merasa lebih nyaman bila menggambar potret-potret miniatur. Saat Samuel
Morse berada di Royal Academy di London, gurunya selalu mensupport
untuk mengikuti sebuah kontes seni lukis. Dia berhasil memenangkan
medali emas. Akhirnya, Morse berhasil menemukan apa yang terbaik untuk
dirinya.
Dia mulai menggambar foto-foto orang-orang di Eropa. Pada tahun 1818,
dia menikah, dan kemudian memiliki dua orang putra dan seorang putri.
Pada tahun 1825, istrinya meninggal karena masalah jantung. Morse bahkan
tidak mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, dan kapan dia
meninggal.
Pada bulan Oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang dengan
kapal bernama Sully. Morse mendengar percakapan tentang elektromagnet
yang baru ditemukan, dan kemudian mucul dalam benaknya konsep tentang
telegaf elektrik. Pada tahun 1835, dia berhasil menciptakan model
telegraf pertamanya, yang dioperasikan di gedung Universitas New York.
Pada tahun 1837, Morse mendapatkan dua orang partner yang membantunya
mengembangkan telegrafnya. Mereka adalah Leonard Gale dan Alfred Vail,
mereka membantu Morse dalam pembuatan model telegraf yang lebih baik.
Dengan pertolongan teman-teman barunya, Morse mengajukan paten untuk
telegraf barunya pada tahun 1837, yang dijelaskannya termasuk sebuah
sandi yang terdiri dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka dan
sebuah kamus untuk mengubah angka-angka tersebut menjadi kata-kata.
Pada tahun 1838, dalam sebuah eksebisi tentang telegrafnya di New York,
Morse mentransmisikan sepuluh kata per menit. Dia menggunakan kamus
angka-kata miliknya, dan menggunakan sandi titik-garis untuk menulis
surat secara langsung. Walaupun kelak akan berubah secara detail, sandi
Morse menjadi standar yang digunakan di seluruh dunia.
Pada tahun 1846, perusahaan-perusahaan swasta menggunakan paten Morse,
telah membangun jaringan telegraf dari Washington, mencapai Boston dan
Buffalo, dan bahkan dikembangkan lebih jauh
Berbagai cara penggunaan morse
COPAS dan tambahan seperlunya dari : http://spicaku.blogspot.com/2013/03/sejarah-penemu-kode-morse.htmlSenin, 05 Januari 2015
Makna Lambang Kwarda Jatim
Kiasan dan Makna Bentuk Gambar Lambang gerakan pramuka kwartir daerah Jawa Timur
1. Perisai
Perisai simetris sederhana bersegi lima, merupakan symbol pancasila
sebagai penganman guna melindungi dan menanggulangi setiap bahaya,
ancaman,serangan dan ancaman. Melambangkan bahwa pramuka jawa timur
dengan berbekal jiwa pancasila siap menghadapi segala macam bahaya,
ancaman, serangan dan tantangan hidup.
2. Tulisan Jawa Timur
Tulisan Jawa Timur warna mera pada perisai bagian atas di atas dasar
warn putih. Melambangkan sikap pemberani,pantang menyerah,pantang putus
asa,kesatria,berani karena kebenaran. Menggambarkan kebulatan tekad
untuk menempuh rintangan/halangan serta perwujudan watak pemberani dari
pramuka Jawa Timur.
3. Tugu Pahlawan
Tuguh pahlawan dengan sepuluh bagian bangunan berdiri tegalk ditengah
depan gapura. Melambangkan keteguhan semangat pahlaewan yang patriotik
selalu membara di dada setiap pramuka Jawa Timur. Sekaligus melmbangkan
dasa dharma Pramuka sebagai ketentuan moral Pramuka.
4. Gapura
Gapura bentar berisi dua, dengan tiga sap praofil( kaki,badan dan kepala).
Melambangkan Candi Bentar yang merupakan kiasan asas kejayaan daerah
jawa timur sejak dahulu kala, sewaktu kejayaan kerjaan Airlangga dan
kerajaan Majapahit sampai sekarang. Menggambarkan menggambarkan
kejuangan Pramuka Jawa Timur. Dua sisi gapura ( sepasang) menggambarkan
pramuka putera dan puteri juga dwi satya dan dwi dharma. Sedangkan tiga
sap profil menggambarkan Tri Satya. Dwi satya dan tri satya merupakan
janji pramuka. Sedangkan dwi Dharma merupakan ketentuan moral Pancasila.
5. Gunung.
Gunung berdiri kokoh melambangkan bahwa wilayah jawa timur tersapat
banyak gunung menjulang tinggi, termasuk yangtertinggi gunung semeru.
Menggambarkan cita – cita tinggi Pramuka Jawa Timur. Gunung sekaligus
menggambarkan tanah yang ada diatas gelombang samudra dan aliran sungai.
Melambangkan tanah di wilaya Jawa Timur sebagian besar subur dan
terkandung didalamnya kekayaan alam yang tidak ternilai. Hal ini
menggambarkan bahwa setiap pramuka jawa timur mencintai lingkungan hidup
dan tanah airnya. Sekaligus menggambarkan bahwa pramuka Jawa Timur
memiliki potensi tinggi, apabila memperoleh pembinaan yang tepat akan
menjadi sumber daya yang berkualitas.
6. gelombang samudra dan Alun Sungai
Gelombang ombak samudra di bawah dan tengah, melambangka bahwa wilayah
jawa timur sebagian besar di kelilingi gelombang samudra. Alun sungai
kanan dan kiri di bawah tanah /gunung di kri dan kanan tunas kelapa,
melambangkan sungai – sungai yang ada di Jawa Timur, di antaranya dua
sungai besar yaitu sungai Brantas dan Solo.
Samudra dan sungai keduanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini
melambangkan pRamuka jawa timur memiliki wawasan yang luas dan semangat
pengabdian yang tinggi serta bermanfaat bagi kemajuan masyarakat.
7. Tunas Kelapa
Satu tunas kelapa berdiri tegak di tengah perisai. Melambangkan tekad
tunggal pramuka yang merupakan potensi generasi penerus perjuangan
bangsa, yang berguna dalam situasi apapun dalam pembangunan juga dalam
mencapai tujuan nasional.
Makna Warna Lambang
- Kuning : Berarti Kebebasan, Kegairahan, Kegembiraan, kedinamisan, menggambarkan pula sifat trengginas, juga melambangkan kemakmuran.
- Biru : berarti kesetiaan, keikhlasan, ketenangan, dan kesukarelaan dalam mengabdi kepada ibu pertiwi.
- Hitam : berarti kekuatan, kewibawaan, menggambarkan pula sifat tatag, tangguh dan tanggon.
- Hijau : berarti kesuburan,kesegaran,ketentraman,kemakmuran,kedamaian,menggambarkan pula sifat kematangan jiwa dan kesabaran.
- Merah : berarti berani, kebulatan tekad untuk menempuh rintangan dan alangan.
- Putih : berarti kesucian, menggambarkan pula suci dalam pikiran,perkataan dan perbuatan.
Sabtu, 27 Desember 2014
Kiasan Lambang gerakan Pramuka ( Bayangan tunas kelapa )
I. Gambar Silhouette tunas kelapa, lambang
Gerakan Pramuka
II. Uraian arti kiasan lambang Gerakan
Pramuka.
- Satu : Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.
Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap
Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
- Dua : Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah
seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya
dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian
dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
- Tiga : Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat
menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang
bagaimanapun juga.
- Empat : Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita
yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan jujur dan tetap tegak tidak mudah
diombang-ambingkan oleh sesuatu.
- Lima: Nyiur berakar sangat kuat terbukti akarnya dapat bertahan lama
dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan
yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
- Enam : Nyiur adalah pohon serbaguna
Ini mengandung arti, Pramuka diharapkan dapat menjadi kader pembangunan yang berguna dalam
berbagai hal ( berguna bagi nusa, bangsa
dan agama. )
Senin, 01 Desember 2014
Materi Gugus Depan
Materi Gugus Depan
berdasarkan Keputusan Kwarnas nomor 231 tahun 2007
tanggal 30 Nopember 2007
Materi Latihan Sabtu, 29 Nopember 2014 Download disini
Jumat, 29 Agustus 2014
SATUAN KARYA DALAM GERAKAN PRAMUKA
Satuan Karya
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Saka memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki SKK untuk TKK Khusus saka yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di sebuah Saka.
Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA) dimana dimungkinkan tiap saka mentranfer bidang keilmuan masing-masing. Bagian terkecil dari saka disebut krida,
Satuan Karya Pramuka yang dulu ada 7, pada saat ini satu lagi satuan karya pramuka yang dibentuk adalah satuan karya pramuka Wira Kartika yang merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Mabes TNI Angkatan Darat, sehingga satuan karya pramuka pada saat ini ada 8 (delapan), antara lain:
1. Saka Dirgantara
Satuan Karya Pramuka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan atau memiliki landasan udara.
Pelatihan Pramuka Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
Saka Dirgantara meliputi 3 krida, yaitu:
- Krida Olahraga Dirgantara (ORGIDA)
- Krida Pengetahuan Dirgantara
- Krida Jasa Kedirgantaraan
2. Saka Bhayangkara
Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kebhayangkaraan.
Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.
Saka Bhayangkara meliputi 4 krida, yaitu :
- Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
- Krida Lalu Lintas (Lantas)
- Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana
- Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)
Pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub krida :
- Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)
- Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
- Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran)
- Subkrida SAR (Search And Rescue)
3. Saka Bahari
Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.
Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu :
- Krida Sumberdaya Bahari
- Krida Jasa Bahari
- Krida Wisata Bahari
- Krida Reksa Bahari
4. Saka Bhakti Husada
Satuan karya Pramuka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Pembinaan Saka Bhakti Husada berada dibawah naungan Gerakan Pramuka yang bekerjsama dengan Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, PMI, Rumah Sakit, dan juga Lembaga Kesehatan Profesional lainnya.
Saka Bakti Husada meliputi 5 krida, yaitu :
- Krida Bina Lingkungan Sehat
- Krida Bina Keluarga Sehat
- Krida Penanggulangan Penyakit
- Krida Bina Obat
- Krida Bina Gizi
- Krida Pola Hidup Bersih dan Sehat
5. Saka Kencana (Keluarga Berencana)
Satuan Karya Pramuka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.
Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu :
- Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
- Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
- Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
- Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).
6. Saka Taruna Bumi
Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian.
Pembinaan Saka Taruna Bumi bekerjasama dengan Departemen Pertanian, Dinas Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura.
Saka Tarunabumi meliputi 5 krida, yaitu :
- Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
- Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
- Krida Perikanan
- Krida Peternakan
- Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.
7. Saka Wanabhakti
Satuan Karya Pramuka Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pembinaan Saka Wanabhakti bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Perhutani dan LSM Lingkungan Hidup/Lembaga Profesional terkait.
Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
- Krida Tata Wana
- Krida Reksa Wana
- Krida Bina Wana
- Krida Guna Wana.
8. Saka Wira Kartika
Satuan Karya Pramuka Wira Kartika baru berupa Satuan Karya Rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007. Pembentukannya berdasarkan Peraturan bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan.
Pengoraganisasian Saka binaan TNI AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
- Krida Survival
- Krida Pioner
- Krida Mountainering
- Krida Navigasi Darat
- Krida Bintal Juang
9. Saka Pariwisata
Saka Pariwisata merupakan wadah kegiatan pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat, bakat dan menambah pengetahuan, ketrampilan, pengalaman para Pramuka Penegak dan Pandega, dalam bidang kepariwisataan.
Saka Pariwisata meliputi 3 Krida, yaitu:
- krida penyuluh pariwisata
- krida pemandu pariwisata
- krida kuliner wisata
10. Saka Widya Budaya Bakti
Saka Widya Budaya Bakti adalah wadah pendidikan dan pembinaan bagi para pramuka penegak dan pramuka pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan, dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang dapat menjadi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan negara.
Saka Widya Budaya Bakti meliputi 7 Krida, yaitu:
- Krida Pendidikan Masyarakat
- Krida Anak Usia Dini
- Krida Pendidikan Kecakapan Hidup
- Krida Bina Sejarah
- Krida Bina Seni dan Film
- Krida Bina Nilai Budaya, berisi
- Krida Bina Cagar Budaya dan Museum
Saka Kalpataru merupakan satuan Karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kecakapan, dan kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega serta sebagai wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawab dalam mengelola, menjaga, dan mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang. Pembentukan Saka Kalpataru bertujuan untuk memberi memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan ,pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan khususnya yang berkaitan dengan substansi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan Negara.
Saka Kalpartaru meliputi 3 Krida, yaitu:
- Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle),
- Krida Perubahan Iklim, dan
- Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Sumber : ( http://pramuka.or.id/news/satuan-karya.php )
Langganan:
Postingan (Atom)
















%2Bof%2BSaka%2BBhayangkara%2BW.jpg)








